Udah chat banyak Host Family tapi belum ada yang merespons?
Atau sudah beberapa kali apply, tapi profil kamu cuma dilihat sebentar lalu di-skip?
Bisa jadi masalahnya bukan karena kamu nggak punya pengalaman. Bisa jadi cara kamu menceritakan dirimu yang belum cukup menarik perhatian.
Aku sering menemukan calon Au Pair yang sebenarnya punya banyak pengalaman bagus, tetapi ketika ditulis di profil, semuanya hanya berupa informasi singkat.
“I graduated from university.”
“I like cooking.”
“I like travelling.”
“I love children.”
Sebenarnya tidak salah.
Tapi coba bayangkan kamu adalah Host Family dan setiap hari melihat puluhan profil Au Pair.
Kalau semua orang menulis hal yang hampir sama, apa yang membuat kamu berhenti dan ingin membaca profil seseorang sampai selesai?
Nah, di sinilah pentingnya membuat profil yang bukan cuma informatif, tetapi juga bercerita.
Jadi, Apa yang Membuat Profil Au Pair Menarik?
Menurutku, profil Au Pair yang menarik bukan profil yang paling panjang atau menggunakan bahasa Inggris yang paling sulit.
Profil yang menarik adalah profil yang membuat Host Family merasa:
“Oh, aku seperti mulai mengenal orang ini.”
Mereka bukan hanya tahu kamu lulusan apa, tinggal di mana, atau hobimu apa.
Mereka bisa membayangkan:
seperti apa kamu sebagai seseorang, bagaimana kamu bersama keluargamu, bagaimana kamu berinteraksi dengan anak, dan seperti apa kira-kira kehidupan kalau kamu tinggal bersama mereka.
Aku akan bahas satu per satu.
1. Buat Pembukaan yang “Se-Asyik” Mungkin
Ingat, profilmu adalah salah satu hal pertama yang dibaca Host Family.
Jadi jangan langsung membuat mereka merasa sedang membaca CV.
Kamu boleh membuka profil dengan sesuatu yang ringan, hangat, dan menunjukkan personality-mu.
Misalnya:
“Thank you for spending your time to open my profile!”
Sederhana, tetapi terasa lebih personal daripada langsung:
“Hello, my name is…”
Atau kamu juga bisa membuat pembukaan yang sedikit playful.
Misalnya namamu Ratu:
“Hello! My name is Ratu. Ratu means Queen in English, and my parents always joke that I am the queen of the family.”
Tentu kamu tidak harus menggunakan contoh ini.
Intinya adalah:
Buat Host Family merasa bahwa mereka sedang bertemu seseorang, bukan sedang membaca formulir.
Pembukaan tidak perlu terlalu panjang.
Cukup buat mereka berpikir:
“Hmm, orang ini sepertinya seru. Aku mau baca lanjut.”
2. Jangan Hanya Memberikan Informasi, Ceritakan!
Ini mungkin salah satu poin paling penting dalam membuat profil.
Profil yang hanya berisi informasi sering terasa seperti resume.
Dan menurutku, CV sudah cukup untuk memberikan informasi formal tentang dirimu.
Profil Au Pair punya fungsi yang berbeda.
Di sinilah kamu bisa menunjukkan cerita di balik informasi tersebut.
Misalnya kamu ingin mengatakan:
“I graduated with a Bachelor’s degree in Communication Science.”
Tidak salah.
Tetapi kamu bisa membuatnya lebih personal:
“I have always been interested in communication and entertainment, so I decided to study Communication Science at university. I enjoyed learning how people communicate, understand each other and adapt to different situations. Looking back, I think this experience has also helped me become more comfortable meeting and communicating with different people.”
Sekarang Host Family bukan hanya tahu jurusanmu.
Mereka juga tahu:
kenapa kamu memilihnya,
apa yang kamu sukai,
apa yang kamu pelajari,
dan bagaimana pengalaman tersebut membentuk dirimu.
Dan kamu bisa menghubungkannya dengan Au Pair secara natural.
Contoh lainnya: Travelling
Jangan hanya:
“I am a curious person and I like travelling.”
Coba tambahkan cerita.
Misalnya:
“I am a curious person and I really enjoy travelling. I love exploring mountains and nature, and I have climbed Mount Rinjani twice. Rinjani is one of the highest mountains in Indonesia and the landscape is absolutely beautiful. For me, travelling is not only about visiting new places, but also about challenging myself and experiencing something different.”
Sekarang Host Family punya sesuatu yang bisa mereka ingat.
Mereka mungkin berpikir:
“Oh, she climbed Rinjani twice!”
Itulah kekuatan storytelling. Host familyku berkali kali mention ini ketika aku udah sampai Belanda dia merasa terkesan dan masih mengingat bagian dari profilku ini hehe.
Jangan hanya bilang apa yang kamu suka. Ceritakan pengalamanmu bersama hal yang kamu suka.
3. Ceritakan Hobi, Bukan Sekadar Menuliskan Daftarnya
Ini juga sering terjadi:
“My hobbies are cooking, reading, travelling and listening to music.”
Selesai.
Padahal dari satu hobi saja kamu sebenarnya bisa menceritakan banyak hal tentang dirimu.
Misalnya kamu suka memasak.
Daripada:
“I like cooking.”
Coba ceritakan:
“On weekends, my family and I often spend time together in the kitchen. Sometimes we choose a recipe together, and sometimes we simply make something with whatever ingredients we have at home. I have also made some traditional Lombok snacks with my family. I really enjoy these moments because cooking for me is not only about making food, but also about spending time together, sharing stories and enjoying the food we make.”
Nah, ini jauh lebih hidup.
Host Family bisa membayangkan kamu:
di dapur → bersama keluarga → memasak → ngobrol → menikmati makanan bersama.
4. Cari Hubungan antara Hobimu dan Anak-Anak
Sekarang kita masuk ke bagian yang menurutku sangat penting untuk profil Au Pair.
Kalau kamu punya pengalaman dengan anak-anak, jangan disimpan begitu saja.
Capture it. Ceritakan.
Misalnya kamu suka memasak dan sering memasak bersama keponakanmu.
Kamu bisa menulis:
“Sometimes my nieces and nephews also join us in the kitchen. I enjoy showing them simple steps and letting them try things themselves. Sometimes it can get a little messy, but I really enjoy seeing how excited they are when they create something by themselves.”
Dari cerita memasak tadi, Host Family sekarang bisa melihat:
kamu suka memasak + dekat dengan keluarga + nyaman bersama anak + suka mengajarkan sesuatu + sabar mendampingi anak.
Dan hal seperti ini sebenarnya bisa dilakukan dengan hampir semua hobi.
Kalau kamu suka membaca:
“I enjoy reading, and I also like reading stories with my younger cousins.”
Kalau kamu suka olahraga:
“I often play football with my younger relatives during weekends.”
Kalau kamu suka menggambar:
“I sometimes draw or make simple crafts with children in my family.”
Kalau kamu suka musik:
“I enjoy singing and dancing, and sometimes I teach simple songs or dances to my younger cousins.”
Tidak perlu mengarang pengalaman.
Kalau memang pernah kamu lakukan, ceritakan.
Kalau tidak pernah, jangan dibuat-buat hanya supaya terlihat cocok dengan program Au Pair.
5. Highlight Semua Pengalamanmu dengan Anak
Pengalaman dengan anak tidak harus selalu berasal dari pekerjaan formal.
Banyak calon Au Pair sebenarnya punya pengalaman yang mereka anggap “biasa saja”, padahal justru bisa sangat berguna untuk profil.
Misalnya:
pernah membantu kakak menjaga anak,
sering bermain dengan keponakan,
membantu mengurus adik,
pernah mengajar anak,
pernah menjadi tutor,
pernah menemani anak belajar,
pernah membuat kegiatan untuk anak,
pernah membantu keluarga menjaga anak tetangga,
atau sering menghabiskan waktu bersama anak-anak dalam keluarga.
Jangan langsung berpikir:
“Ah, itu kan cuma keponakanku.”
Tetap ceritakan.
Yang penting adalah jelaskan:
Apa yang kamu lakukan bersama anak tersebut?
Bukan hanya:
“I have experience taking care of my nephew.”
Tetapi:
“I often spend time with my nephew. We usually play together, read books or do simple activities at home. I enjoy seeing how children learn and become curious about new things.”
Dari sini Host Family mendapatkan gambaran yang jauh lebih jelas.
6. Jangan Cuma Bilang “I Love Children”
Ini juga salah satu kalimat yang paling sering muncul di profil Au Pair:
“I love children.”
Tidak salah.
Tapi...
Buktikan. 😭
Karena hampir semua calon Au Pair bisa mengatakan hal yang sama.
Coba tanyakan kepada dirimu sendiri:
“Kalau aku memang suka anak-anak, apa yang biasanya aku lakukan bersama mereka?”
Apakah kamu suka:
📚 membaca cerita?
🎨 menggambar?
⚽ bermain olahraga?
🎵 bernyanyi?
🍪 memasak?
🧩 bermain puzzle?
🌱 berkebun?
📖 membantu mereka belajar?
🚲 bermain di luar?
Nah, itulah yang perlu kamu ceritakan.
7. Ceritakan Keluargamu dan Kehidupanmu di Rumah
Host Family bukan hanya ingin mengetahui siapa kamu secara individu.
Mereka juga ingin mendapatkan gambaran tentang lingkungan tempat kamu tumbuh.
Jadi ceritakan juga keluargamu.
Misalnya:
“I come from a close family, and we often spend our weekends together. Sometimes we cook, eat together, visit relatives or simply sit and talk. I also have nieces and nephews whom I often spend time with, so being around children is already a familiar part of my daily life.”
Dari satu paragraf, Host Family bisa mengetahui:
family relationship + daily life + personality + experience with children.
Kamu juga bisa menceritakan tradisi keluarga, makanan yang biasa dibuat, aktivitas weekend, atau hal-hal kecil yang menjadi kebiasaan keluargamu.
8. Jangan Takut Menceritakan Hal Kecil
Kadang kita merasa:
“Ah, ini terlalu biasa untuk diceritakan.”
Padahal justru hal-hal kecil bisa membuat profil terasa personal.
Misalnya:
“Every Sunday, my family usually has breakfast together.”
atau:
“Whenever my relatives visit, the house becomes quite noisy because all the children play together.”
atau:
“I usually spend my free time reading, cooking or helping my family at home.”
Hal-hal seperti ini membuat Host Family bisa membayangkan kehidupanmu.
Dan itu jauh lebih menarik daripada daftar sifat seperti:
“I am friendly, responsible and family-oriented.”
9. Tunjukkan Sifatmu Melalui Cerita
Kamu boleh mengatakan:
“I am patient.”
“I am responsible.”
“I am friendly.”
Tetapi akan lebih kuat kalau kamu memberikan contoh.
Misalnya daripada:
“I am responsible.”
Ceritakan pengalaman ketika kamu dipercaya melakukan sesuatu dan bagaimana kamu menyelesaikannya.
Daripada:
“I am patient with children.”
Ceritakan pengalaman ketika seorang anak membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar atau melakukan sesuatu dan bagaimana kamu mendampinginya.
Ingat satu prinsip sederhana:
Show, don't just tell.
Jangan hanya mengatakan siapa dirimu.
Tunjukkan melalui pengalamanmu.
10. Jangan Membuat Profilmu Terlalu “Sempurna”
Kamu tidak perlu terlihat seperti manusia tanpa kekurangan.
Jangan membuat profil yang isinya:
“I am always happy, patient, flexible, hardworking, responsible and perfect with children.”😂
Host Family juga ingin bertemu manusia sungguhan.
Kalau kamu sebenarnya sedikit pemalu ketika pertama bertemu orang baru, tetapi menjadi lebih terbuka setelah mengenal mereka, kamu bisa menceritakannya.
Kalau kamu membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, itu juga manusiawi.
Yang penting adalah jujur.
Karena tujuan membuat profil bukan untuk membuat semua Host Family menyukaimu.
Tujuannya adalah menemukan Host Family yang cocok denganmu.
11. Gunakan Formula Ini Saat Menulis Profil
Kalau kamu bingung bagaimana mengubah informasi biasa menjadi cerita, coba gunakan formula sederhana:
FACT → STORY → PERSONALITY → RELEVANCE
Contohnya:
FACT
“I studied Communication Science.”
STORY
“I chose this field because I have always been interested in communication and understanding different people.”
PERSONALITY
“Through my studies, I became more comfortable listening to others and adapting to different situations.”
RELEVANCE
“I believe this will help me communicate and adapt when I live with a new Host Family.”
Contoh lainnya:
FACT
“I like cooking.”
STORY
“My family and I often cook together on weekends, and sometimes we try traditional recipes from Lombok.”
PERSONALITY
“I enjoy spending time with people through simple activities like cooking and sharing food.”
RELEVANCE
“My nieces and nephews sometimes join us, and I enjoy involving them in simple parts of the cooking process.”
Sekarang satu hobi sudah berubah menjadi sebuah cerita.
Jadi, Profil yang Menarik Itu Seperti Apa?
Bukan profil yang paling panjang.
Bukan profil yang menggunakan bahasa Inggris paling sulit.
Bukan juga profil yang penuh dengan kata-kata:
“friendly, responsible, hardworking, flexible, caring…”
Profil yang menarik adalah profil yang membuat Host Family berhenti sebentar dan ingin mengenalmu lebih jauh.
Jadi mulai sekarang, ketika kamu menulis profil, jangan berpikir:
❌ “Informasi apa lagi yang harus aku masukkan?”
Tapi coba ubah pertanyaannya menjadi:
✅ “Cerita apa yang bisa aku bagikan tentang diriku?”
Karena Host Family tidak sedang mencari sebuah CV.
Mereka sedang mencari seseorang yang mungkin akan tinggal bersama keluarga mereka.
Dan tugas profilmu adalah membantu mereka mengenal orang di balik CV tersebut. 🤍
NEXT: Setelah Profil Jadi, Baru Kita Mulai Mencari Host Family
Profil sudah siap?
Jangan langsung asal kirim pesan ke sebanyak-banyaknya Host Family.
Di bagian berikutnya kita akan membahas:
🔎 Cara Mencari Host Family yang Tepat
Mulai dari:
platform apa yang bisa digunakan,
bagaimana memilih Host Family,
cara membaca profil Host Family,
red flags yang harus diperhatikan,
bagaimana menentukan apakah sebuah keluarga cocok untukmu,
sampai bagaimana membuat shortlist sebelum mengirim pesan.
Karena mendapat Host Family itu bukan hanya soal “sebanyak apa kamu apply”.
Tapi juga soal seberapa tepat kamu memilih keluarga yang kamu hubungi. 🌍
Cukup dulu ya sharing kali ini, semoga bermanfaat dan semangat buat kalian yang baru mulai mempersiapkan Au Pair. Kalau kalian mau tanya-tanya atau sekadar ngobrol soal pengalaman dan persiapan Au Pair, boleh banget hubungi aku di Instagram @bqratu, DM aku buat link template Au piar Profil GRATIS!. 🤍
Selama ini aku memang lebih sering menjadi teman diskusi buat teman-teman yang sedang mempersiapkan Au Pair, bukan sekadar menjadi mentor. Sekarang aku juga menyediakan jasa layanan konsultasi dan pendampingan persiapan Au Pair buat kamu yang ingin punya teman untuk menyusun langkahnya bersama. Kalau kamu punya target untuk berangkat ke Eropa tapi masih bingung harus mulai dari mana, yuk ngobrol dan kita usahakan sama-sama supaya kamu bisa semakin dekat dengan target keberangkatanmu. 🌍✈️
Komentar
Posting Komentar