Dari persiapan, mencari Host Family, dokumen, visa, hingga keberangkatan — panduan awal untuk kamu yang ingin menjadi Au Pair di Eropa.
Last updated: August 2026
Hai, Aku Ratu! 👋
Selama beberapa tahun terakhir, aku banyak membantu dan mendampingi calon Au Pair dari Indonesia yang ingin memulai perjalanan mereka ke Eropa. Sejak 2023, aku sudah membantu puluhan calon Au Pair dalam proses persiapan mereka, dan sebagian besar dari mereka sekarang sudah berada di Eropa.
Aku membuat guide ini untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan yang aku punya, sekaligus membantu kamu yang masih bingung harus mulai dari mana. Semoga guide ini bisa menjadi langkah pertama yang membuat perjalanan Au Pair kamu terasa lebih jelas dan terarah.
Sebelum Mulai
Kalau kamu baru pertama kali mendengar tentang Au Pair atau masih bingung harus mulai dari mana, kamu ada di tempat yang tepat.
Di guide ini, aku akan membahas proses Au Pair dari awal sampai keberangkatan, mulai dari memahami program, memilih negara, mencari Host Family, menyiapkan dokumen, sampai proses visa.
Panduan ini aku rangkai berdasarkan pengalaman dan informasi yang aku kumpulkan selama mendampingi calon Au Pair Indonesia. Namun, setiap negara memiliki aturan yang berbeda dan aturan tersebut dapat berubah. Jadi, selalu cek informasi terbaru dari sumber resmi sebelum mengambil keputusan.
Kalau kamu benar-benar mulai dari nol, baca guide ini dari atas sampai bawah. Kalau kamu sudah berada di tahap tertentu, kamu bisa langsung menuju bagian yang kamu butuhkan.
Daftar Isi 📚
1. Apa Itu Au Pair?
Au Pair adalah program pertukaran budaya yang memungkinkan seseorang dari negara lain untuk tinggal bersama sebuah keluarga di negara tujuan, yang disebut Host Family.
Sebagai Au Pair, kamu biasanya membantu keluarga dalam kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan anak, misalnya membantu menyiapkan anak, menemani bermain, mengantar atau menjemput anak, dan tugas ringan yang berhubungan dengan kehidupan keluarga.
Sebagai imbalannya, Au Pair mendapatkan tempat tinggal, makanan, uang saku, waktu libur, dan kesempatan untuk belajar bahasa serta mengenal budaya negara tersebut.
Namun, Au Pair bukan pekerjaan sebagai babysitter atau domestic worker biasa. Program ini memiliki aturan mengenai usia, jam kerja, tugas, uang saku, hari libur, dan hak Au Pair yang berbeda di setiap negara.
Karena itu, sebelum memilih negara atau Host Family, penting untuk memahami terlebih dahulu aturan resmi program Au Pair di negara tujuanmu.
🌍 Kenapa Banyak Orang Memilih Au Pair?
Bagi banyak anak muda Indonesia, Au Pair bisa menjadi salah satu cara untuk:
Tinggal di Eropa dengan biaya hidup yang relatif lebih ringan.
Mengenal budaya dan kehidupan sehari-hari di negara lain.
Meningkatkan kemampuan bahasa asing.
Mendapatkan pengalaman internasional.
Belajar mandiri dan beradaptasi dengan lingkungan baru.
Membangun pengalaman yang dapat berguna untuk rencana pendidikan atau karier berikutnya.
Tetapi Au Pair juga memiliki tantangan. Kamu akan tinggal bersama keluarga yang sebelumnya tidak kamu kenal, beradaptasi dengan budaya baru, menggunakan bahasa asing setiap hari, dan memiliki tanggung jawab terhadap anak.
Jadi, Au Pair bukan sekadar kesempatan untuk pergi ke Eropa. Ini adalah pengalaman hidup yang membutuhkan kesiapan, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi.
2. Apakah Kamu Bisa Menjadi Au Pair?
Persyaratan Au Pair berbeda-beda di setiap negara. Jadi, jangan langsung berpatokan pada informasi dari negara lain.
Secara umum, beberapa hal yang biasanya perlu diperhatikan adalah:
Apa Saja Syarat Dasarnya?
Secara umum, beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum mendaftar sebagai Au Pair antara lain:
Usia — setiap negara memiliki batas usia yang berbeda.
Bahasa — beberapa negara mensyaratkan kemampuan bahasa tertentu.
Status keluarga — beberapa program memiliki ketentuan mengenai status pernikahan atau anak.
Pendidikan — persyaratan pendidikan dapat berbeda menurut negara.
Pengalaman dengan anak — sering kali menjadi nilai penting dalam proses matching.
Kesehatan dan dokumen — beberapa dokumen tambahan dapat diwajibkan untuk visa atau izin tinggal.
⚠️ Penting: Jangan menganggap semua persyaratan di atas berlaku sama untuk setiap negara.
👉 [Baca: Syarat Au Pair di Setiap Negara]
3. Memilih Negara Tujuan
Tidak ada satu negara yang paling cocok untuk semua calon Au Pair. Negara yang cocok untukmu tergantung pada usia, kemampuan bahasa, tujuan setelah Au Pair, budget, dan preferensi pribadi.
Beberapa negara Eropa yang sering menjadi pilihan calon Au Pair dari Indonesia antara lain:
🇳🇱 Belanda
🇩🇪 Jerman
🇧🇪 Belgia
🇫🇷 Prancis
🇦🇹 Austria
Sebelum menentukan pilihan, bandingkan beberapa hal:
Batas usia
Persyaratan bahasa
Uang saku
Jam dan ketentuan program
Biaya persiapan
Proses visa/izin tinggal
Durasi program
Peluang setelah selesai Au Pair
Jangan memilih negara hanya karena melihat pengalaman orang lain. Negara yang cocok untuk temanmu belum tentu menjadi pilihan terbaik untukmu.
👉 [Baca: Perbandingan Negara Au Pair di Eropa]
4. Persiapan Sebelum Mencari Host Family
Sebelum mulai mengirim banyak lamaran ke Host Family, sebaiknya siapkan profilmu terlebih dahulu.
Minimal, kamu perlu memiliki:
Profil Au Pair yang menarik
CV yang relevan untuk Au Pair.
Foto yang menunjukkan kepribadian dan pengalamanmu juga foto bersama anak-anak.
Bukti pengalaman merawat atau berinteraksi dengan anak, jika ada.
Sertifikat bahasa, jika sudah ada bisa ditunjukkan sebagai nilai plus.
Informasi diri yang jujur dan konsisten.
💡 Tips: Jangan hanya fokus membuat profil yang terlihat bagus. Buat profil yang jujur dan mencerminkan dirimu, karena tujuan akhirnya bukan mendapatkan sebanyak mungkin Host Family, tetapi menemukan keluarga yang benar-benar cocok denganmu.
👉 [Baca: Cara Membuat Profil Au Pair yang Menarik]
5. Cara Mencari Host Family
Setelah profilmu siap, kamu bisa mulai mencari Host Family.
Kamu dapat menemukan keluarga melalui platform Au Pair atau agency, tergantung pada aturan negara yang kamu pilih.
Namun, mencari Host Family bukan sekadar mengirim sebanyak mungkin lamaran.
Yang lebih penting adalah menemukan keluarga yang:
Memiliki ekspektasi yang jelas.
Memiliki kondisi keluarga yang sesuai denganmu.
Memberikan tugas dan jadwal yang masuk akal.
Menghargai waktu pribadi dan hak Au Pair.
Bersedia melakukan video call dan membicarakan detail program secara terbuka.
Sesuai dengan kebutuhan dan kepribadianmu.
Ingat: proses matching adalah proses dua arah. Host Family memilih Au Pair, tetapi kamu juga memilih Host Family.
👉 [Baca: Cara Mencari Host Family dari Indonesia]
6. Interview dengan Host Family
Setelah Host Family tertarik dengan profilmu, biasanya kalian akan melakukan video call atau interview.
Jangan menganggap interview hanya sebagai proses agar kamu diterima.
Ini juga kesempatan untuk mengetahui apakah keluarga tersebut cocok untukmu.
Beberapa hal yang perlu kamu tanyakan:
Berapa anak yang tinggal di rumah?
Seperti apa rutinitas anak sehari-hari?
Apa saja tugas Au Pair?
Berapa jam kamu akan membantu setiap minggu?
Kapan waktu libur dan waktu pribadi?
Apakah kamu mendapatkan kamar pribadi?
Bagaimana aturan di rumah?
Bagaimana transportasi sehari-hari?
Apakah keluarga pernah memiliki Au Pair sebelumnya?
Apa ekspektasi mereka terhadap Au Pair?
💡 Tips: Jangan takut bertanya tentang hal-hal yang menurutmu penting. Lebih baik membahas semuanya sebelum matching daripada baru mengetahui masalah setelah kamu tinggal bersama keluarga.
👉 [Baca: 30+ Pertanyaan Interview Host Family]
7. Dokumen yang Perlu Disiapkan
Dokumen Au Pair berbeda-beda tergantung negara tujuan. Karena itu, jangan langsung membuat semua dokumen tanpa mengetahui persyaratan negara yang kamu pilih.
Beberapa dokumen yang sering kali dibutuhkan antara lain:
Paspor
Akta kelahiran
Kartu keluarga atau dokumen keluarga
Ijazah atau bukti pendidikan
CV
Motivation letter
Reference letter atau bukti pengalaman dengan anak
Sertifikat bahasa
SKCK / police clearance
Dokumen kesehatan, jika dipersyaratkan
Agreement atau kontrak dengan Host Family
Dokumen asuransi
Dokumen visa atau izin tinggal
Terjemahan, legalisasi, atau apostille jika diwajibkan
⚠️ Jangan menganggap semua dokumen di atas wajib untuk semua negara. Selalu gunakan checklist resmi negara tujuanmu.
👉 [Baca: Checklist Dokumen Au Pair Lengkap]
8. Proses Visa dan Izin Tinggal
Setelah kamu mendapatkan Host Family dan menyelesaikan agreement, tahap berikutnya adalah mempersiapkan visa atau izin tinggal.
Penting: Tidak ada satu prosedur visa yang berlaku untuk seluruh Eropa. Setiap negara memiliki aturan, jenis izin tinggal, dokumen, dan prosedur yang berbeda.
Karena itu, jangan menggunakan checklist visa dari negara lain sebagai patokan.
Sebelum mengajukan, pastikan kamu sudah mengetahui:
Jenis visa atau izin tinggal yang diperlukan.
Di mana pengajuan harus dilakukan.
Dokumen apa saja yang diperlukan.
Apakah perlu appointment atau biometrik.
Siapa yang mengajukan dokumen tertentu.
Berapa biaya dan estimasi prosesnya.
Apa yang harus dilakukan setelah visa/izin tinggal disetujui.
👉 [Baca: Panduan Visa Au Pair per Negara]
9. Persiapan Sebelum Berangkat
Visa sudah disetujui bukan berarti semua persiapan selesai. Ada beberapa hal yang perlu kamu siapkan sebelum benar-benar berangkat.
📄 Dokumen
Simpan dokumen penting dalam bentuk fisik dan digital, termasuk paspor, visa/izin tinggal, agreement, tiket, asuransi, dan kontak penting.
💰 Keuangan
Siapkan uang untuk kebutuhan awal dan emergency fund. Jangan berangkat dengan uang yang hanya cukup untuk beberapa hari pertama.
✈️ Perjalanan
Pastikan kamu mengetahui jadwal penerbangan, transportasi dari bandara, alamat Host Family, dan siapa yang akan menjemputmu jika ada penjemputan.
🧳 Packing
Bawa barang yang memang kamu perlukan, tetapi jangan membawa seluruh isi kamar. Ingat bahwa kamu akan tinggal di rumah orang lain dan biasanya memiliki ruang yang terbatas.
📱 Komunikasi
Simpan nomor penting, termasuk Host Family, agency jika ada, keluarga di Indonesia, dan kontak darurat.
👉 [Baca: Ultimate Packing Checklist untuk Au Pair]
10. Setelah Tiba di Eropa
Hari-hari pertama sebagai Au Pair biasanya menjadi masa adaptasi.
Tergantung negara tujuan, kamu mungkin perlu melakukan beberapa administrasi setelah tiba, seperti registrasi alamat, pengambilan dokumen izin tinggal, atau urusan lainnya.
Selain administrasi, kamu juga perlu mulai beradaptasi dengan:
Rutinitas Host Family.
Jadwal anak.
Tugas dan tanggung jawabmu.
Transportasi lokal.
Bahasa.
Makanan dan kebiasaan baru.
Lingkungan sekitar.
💡 Tips: Jangan merasa harus langsung menguasai semuanya pada minggu pertama. Kamu sedang beradaptasi dengan negara, keluarga, bahasa, dan rutinitas baru sekaligus.
Yang paling penting adalah komunikasi. Kalau ada sesuatu yang tidak kamu pahami atau membuatmu tidak nyaman, bicarakan dengan Host Family sedini mungkin.
👉 [Baca: First Week sebagai Au Pair — Apa yang Harus Dilakukan?]
11. Kehidupan Sebagai Au Pair
Menjadi Au Pair bukan hanya tentang tinggal di luar negeri. Kamu akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sebuah keluarga.
Beberapa hal yang perlu kamu siapkan secara mental:
Kamu mungkin akan mengalami homesick.
Kamu mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan bahasa dan budaya.
Cara keluarga menjalani kehidupan sehari-hari mungkin berbeda dengan keluargamu di Indonesia.
Komunikasi yang terbuka sangat penting.
Tidak semua hari akan berjalan sempurna.
Cobalah membangun hubungan yang sehat dengan Host Family sejak awal. Pahami aturan rumah, komunikasikan kebutuhanmu, dan jangan takut bertanya ketika ada sesuatu yang belum kamu mengerti.
Di luar tugas sebagai Au Pair, manfaatkan waktumu untuk belajar bahasa, mengenal lingkungan sekitar, membangun pertemanan, dan menikmati pengalaman tinggal di negara baru.
👉 [Baca: Realita Kehidupan Au Pair di Eropa]
12. Masalah yang Mungkin Terjadi
Walaupun sudah melakukan persiapan dengan baik, masalah tetap mungkin terjadi.
Contohnya:
Perbedaan ekspektasi dengan Host Family.
Jadwal atau tugas yang tidak sesuai kesepakatan.
Kesulitan komunikasi.
Homesick atau culture shock.
Masalah dengan anak.
Masalah dengan tempat tinggal.
Konflik dengan Host Family.
Keinginan untuk melakukan rematch.
Jika menghadapi masalah, jangan langsung panik.
Coba dokumentasikan situasinya, komunikasikan dengan Host Family, dan cari bantuan dari pihak yang relevan jika masalah tidak dapat diselesaikan.
Jika kamu merasa tidak aman atau mengalami situasi yang serius, utamakan keselamatanmu dan cari bantuan dari pihak berwenang atau organisasi yang dapat memberikan bantuan.
👉 [Baca: Rematch Au Pair — Kapan dan Bagaimana Prosesnya?]
13. FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Bagian ini akan terus diperbarui berdasarkan pertanyaan yang paling sering aku terima dari calon Au Pair.
Beberapa pertanyaan yang paling umum:
Apakah harus bisa bahasa asing?
Tergantung negara dan persyaratan program. Beberapa negara memiliki persyaratan bahasa tertentu.
Apakah harus punya pengalaman menjaga anak?
Pengalaman dengan anak sangat membantu dalam proses matching. Persyaratan formalnya dapat berbeda menurut negara.
Berapa biaya untuk menjadi Au Pair?
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua orang. Biayanya tergantung negara, bahasa, dokumen, visa, perjalanan, dan kebutuhan pribadi.
Apakah Au Pair mendapatkan gaji?
Au Pair umumnya mendapatkan uang saku, bukan gaji seperti pekerja penuh waktu. Detailnya berbeda menurut negara.
Apakah bisa memilih negara sendiri?
Kamu dapat menentukan negara yang ingin kamu tuju, tetapi tetap harus memenuhi persyaratan program dan imigrasi negara tersebut.
Apakah pasti mendapatkan Host Family?
Tidak. Matching adalah proses dua arah dan membutuhkan waktu.
👉 [Lihat FAQ Au Pair Lengkap]
14. Checklist Persiapan Au Pair
Gunakan checklist ini sebagai gambaran awal perjalananmu.
🌱 Tahap 1 — Riset
☐ Memahami apa itu Au Pair
☐ Menentukan negara tujuan
☐ Mengecek persyaratan dasar
☐ Membandingkan beberapa negara
📄 Tahap 2 — Persiapan
☐ Paspor siap
☐ CV selesai
☐ Motivation letter selesai
☐ Foto/profil siap
☐ Bukti pengalaman dengan anak siap
☐ Bahasa mulai dipelajari
👨👩👧 Tahap 3 — Host Family
☐ Membuat profil
☐ Mencari Host Family
☐ Melakukan video call
☐ Melakukan interview
☐ Membahas tugas dan jadwal
☐ Membahas uang saku dan hari libur
☐ Membahas house rules
☐ Memastikan agreement/contract
🛂 Tahap 4 — Visa & Administrasi
☐ Mengecek checklist resmi
☐ Menyiapkan dokumen
☐ Melakukan terjemahan/legalisasi jika diperlukan
☐ Membuat appointment jika diperlukan
☐ Mengajukan visa/izin tinggal
☐ Menunggu keputusan
✈️ Tahap 5 — Berangkat
☐ Tiket
☐ Asuransi
☐ Emergency fund
☐ Packing
☐ Dokumen fisik
☐ Salinan dokumen digital
☐ Kontak Host Family
☐ Rencana transportasi dari bandara
🇪🇺 Tahap 6 — Setelah Tiba
☐ Registrasi/administrasi yang diwajibkan
☐ Memahami rutinitas keluarga
☐ Memahami tugas dan jadwal
☐ Mulai belajar bahasa
☐ Beradaptasi dengan lingkungan baru
KAMU SUDAH SAMPAI DI AKHIR GUIDE!
Kalau kamu sudah membaca sampai sini, berarti kamu sudah memiliki gambaran besar tentang bagaimana perjalanan Au Pair berlangsung.
Tapi ingat:
Guide ini adalah peta, bukan seluruh perjalanan.
Setiap negara memiliki aturan yang berbeda dan setiap perjalanan Au Pair juga memiliki cerita yang berbeda.
Kalau kamu ingin mempelajari tahap tertentu secara lebih detail, gunakan artikel-artikel lanjutan yang akan aku tambahkan secara berkala.
Selamat memulai perjalananmu.
— Global Career Compass
Untuk dokumen lebih baik diurus sekarang atau nanti setelah match dengan house family?
BalasHapus