REVIEW BUKU DENGAN BERCERITA BARENG RATU CANGKIR
JUDUL BUKU: SANG ALKEMIS (TERJEMAHAN DARI BUKU THE ALCHEMIST)
PENULIS: PAULO COELO
Kembali lagi di Blognya Ratu dan selamat datang buat kalian yang baru pertama kali baca blog ini. Aku Ratu, penulis blog asal Lombok yang hobi banget bercerita pengalaman, berbagi tips, review buku dan apapun hal yang bermanfaat pasti aku tulis di sini hehe.
Salam kenal dan selamat membaca episode review buku kali ini!
"Kita takut kehilangan apa yang kita miliki, entah itu hidup kita, harta benda kita ataupun tanah kita. Tapi rasa takut itu menguap begitu kita memahami bahwa kisah-kisah hidup kita dan sejarah dunia ini ditulis oleh tangan yang sama"
SANG ALKEMIS
Aku membayangkan cerita pada novel ini seperti arah panah ketika kita melakukan jelajah pramuka di sekolah? Kalian pernah ikut kan? Semakin jauh kita berjalan dan melewati halang rintang penjelajahan maka semakin banyak kita melihat tanda-tanda panah yang menuntun kita sampai ke garis finish. Kira-kira begitu begitulah alam semesta menuntun kita untuk bertemu mimpi kita.
Ketika kita memutuskan untuk berhenti dan menyerah pada halang rintan penjelajahan pramuka pertama. Jangan harap ada arah panah yang menyambut. Tapi, ketika kita memutuskan terus lanjut di halang rintang itu, kita pasti akan disambut oleh panah, begitupun selanjutnya dan selanjutnya. Jadi sekali lagi, seperti itulah kira-kira semesta menuntun kita untuk bertemu mimpi kita.
Akan selalu ada arah panah yang menunjukkan jalan, syaratnya hanya teruslah berjalan, berusaha, hadapi apa yang harus dihadapi. Garis Finish gapernah kemana-mana. Dia menantimu, disitu. Di tempat yang sama.
Buku ini kurang lebih bercerita tentang luar biasanya bermimipi dan berusaha menggapainya. Cerita ini dibintangi seorang anak gembala (Santiago) yang sangat menikmati hidupnya dan tentang perjalannya menggapai sebuah mimipi. Setiap hari yang dia lalui penuh dengan rasa syukur dan bahagia karena takdir hidup yang dia pilih. Menurutku background keluarga Santiago ini adalah beckground keluarga dengan support system terbaik karena ketika si Santiago memilih untuk bergembala, bukan mengikuti kemauan ayahnya yang ingin dia menjadi seorang pastor taat ketika lulus dari seminari selama 16 tahun lamanya, si ayah mendukung kemauan Santiago yang ingin berkeliling negeri dengan menjadi gembala, ayahnya bahkan membelikan beberapa ekor domba dan melepas Santiago dengan mimpi yang dia inginkan.
Dari awal membaca buku ini aja, saya sudah sangat setuju dengan kebahagiaan seorang anak itu tidak datang dari jabatan yang seorang ibu atau bapak idamkan tapi dari mimpi yang dibangun anak sendiri, besar atau kecil itu sama saja kebahagiaan.
Akhirnya setelah meyakinkan ayahnya, Santiago mulai berkeliling membawa domba gembalaannya, dia melewati berbagai penduduk di negeri Andalusia. Waktu berjalan cepat dia sudah memiliki ratusam domba, semakin hari dia semankin bahagia bukan hanya karena dombanya sudah berjumlah berlipat ganda juga karena ia dapat menyaksikan banyak hal berkeliling negeri hingga ke negeri sebrang.
Suatu hari ketika sedang berjajalan menuju salah satu pradaban keturunan bangsa Moor di ujung negeri (masih di negeri Andalusia) untuk menjual wol dombanya di seorang saudagar kain, dia sangat gembira. Setahun yang lalu dia pernah menjual wal dombanya ditempat yang sama, dan saudagar kain itu meminta dia kembali lagi tahun depan. Tibalah hari ini, tinggal 4 hari saja Santiago akan sampai di tempat saudagar dan bertemu anak gadis saudagar yang manis bermata indah. Ya tujuan utamnya bukan hanya menjual wol tapi bertemu gadis itu yang setahun belakangan merancu pikirannya.
Tahun lalu ketika sedang menuggu domba-dombanya dicukur sambil asyik membaca buku tebal yang ia bawa, si gadis menyapanya "Bagaiamana seorang gembala bisa membaca buku?" dengan suara yang merdua. Sejak detik itu ia tahu bahwa gadis ini telah mengalihkan seluruh dunianya. Dia bercerita banyak tentang buku-buku yang ia baca seolah tokoh yang ada adalah dirinya, membual cerita kehebatan dirinya dan dia tidak peduli apakah itu nyata atau tidak toh gadis itu tidak akan menemukan buku yang ia baca dan tidak bisa membaca, jadi biarlah dia terlihat keren.
Malam silih berganti, namun ada hal aneh yang terjadi belakangan. Ini adalah kali kedua dia bermimpi hal yang sama dan saat ini dia sedang tertidur dibawah pohon disebua gereja yang sudah lama ditinggalkan. Tempatt ini begitu indah, dia bisa melihat peradaban mesir di timur sana dari atas bukit ini, kilauan lampu-lampu penduduk seperti bintang dibawah kakinya.
Singkat cerita, ia samapi disalah satu kota sebelum tempat saudagar berada. Mimpi yang menggangunya terus saja mengintai dan akhirnya dia memutuskan untuk menuju seorang peramal terkenal di kota itu, permal berkata dia akan menemukan harta karun jika mencarinya ke mesir. Merasa tertipu Santiago pergi tanpa membayar peramal, dia sebenarnya tidak percaya dengan ramalan. Sebelum pergi dia menyepakati sesuatu dengan peramal. Bahwa kalo benar dia menemukan harta karunya akan dia berikan 10% untuk si pelamar, ia pun pergi dan hanya membayar peramal tersebut dengan janji itu.
Sebelum melanjutkan perjalanan dia menukarkan buku lamanya dengan buku baru yang ia temukan di kota itu, sedikit lebih tebal dan dia suka, kata Santiago buku tebal mengasyikkan karena akan lebih lama dibaca dan yang utama bisa sekaligus menjadi batal untuk tidur si pengembala. Beberapa saat setelah transaksi selesai seseorang yang mengaku raja Salem, Melkisedek datang mengahmpiri dia, setelah berbasa-basi si raja berkata aku bisa melihat kamu sedang ragu dengan mimipi mu, kejarlah harta karunmu. Dia mengumpat dalam hati dan berfikir betapa berniatnya peramal itu menyuruhnya dan sekongkol dengan orang lain yang mengaku raja ini.
Tapi ia keliru, raja itu adalah seorang yang alim dan memang bisa membaca banyak hal. Lalu si Raja menulis silsilah keluarga Santiago diatas tanah tempat mereka berpijak, bahkan menulis nama putri saudagar yang belum ia ketahui juga. Sejak saat ini akhirnya Santiago bertekad mengejar harta karunnya, mengejar mimpinya.
Banyak sekali hal yang terjadi diperjalanan mulai dari ketika pertama kali menginjakkan kaki di mesir dan dia kena tipu orang, hampir menyerah dan pulang saja, Santiago akhirnya bekerja disalah satu toko kristal dan kembali mengumpulkan uang dan kembali memiliki jalan untuk mimpinya, satu dari banyak quote yang paling saya suka adalah:
Banyak sekali hal yang terjadi diperjalanan mulai dari ketika pertama kali menginjakkan kaki di mesir dan dia kena tipu orang, hampir menyerah dan pulang saja, Santiago akhirnya bekerja disalah satu toko kristal dan kembali mengumpulkan uang dan kembali memiliki jalan untuk mimpinya, satu dari banyak quote yang paling saya suka adalah:
"Sekali kamu bertekad berjuang untuk mimpimu, alam semesta akan serta merta membuka jalan untuk itu"
Ini yang benar-benar digambarkan dalam perjalanan Santiago menuju harta karun yang seperti "mustahil" ia gapai diawal. Tapi semakin ia percaya, semakin ia berusaha, mengumpulkan segala informasi, perbekalan dan apapun yang dibutuhkan menuju mimipi itu semakin ia melihat cahaya yang perlahan terang, seperti membuka jalan untuknya
.
Jadi pertanyaannya? Apa Santiago akkhirnya ketemu dengan harta karunnya? Apa benar sesuatu hal yang terlihat mustahil apabila sungguh-sungguh kita kejar akan terwujud juga?
Buku ini benar-benar menjawab semuanya. Aku ga spoiler akhirnya ya karena ini yang harus kalian baca langsung dari buku itu. Pokoknya keren abis!
KUTIPAN YANG SANGAT BAGUS DARI BUKU INI:
Ada beberapa kutipan yang sangat bagus dari buku ini dan sangat layak dibaca untuk direnungkan baik baik, aku akan tulis beberapa yang palung aku suka, karena sebenarnya hampir semua tulisan dalam buku ini mengandung maksa yang luar biasa.
Komentar
Posting Komentar