Huh, judul ini membuat tulisanku tertunda sangat lama. Baiklah mari kita mulai lagi.
Aku terkenal dengan sosok yang sangat periang walaupun punya julukan "air mata dangkal" tapi aku tidak pernah terlihat murung. Tidak juga terlihat suka menyendiri, aku suka keramaian. Aku bahagia berada di sekitar orang-orang yang penuh cerita.
Pernah suatu hari aku mengatakan sesuatu yang hari ini sangat geli aku dengar kembali kepada sahabatku sendiri "Kak Nha, aku itu gpp kalo seandainya besok suamiku mau punya istri dua. Pasti seru karena rumahku bakal selalu rame" Sahabatku tertawa dan berkata "semoga aku tidak berjodoh dengan suamimu esok. Belum tau aja rasanya cemburu itu sakit!"
Sampai sebegitunya aku tidak suka sendiri. Namun pada akhirnya aku sampai pada titik dimana aku merasakan "Sendiri emng sepi, tapi berdua terlalu ribut" karena ternyata ga selamanya aku punya orang, ga selamanya orang mengerti aku, aku akhirnya memilih untuk sendiri dan merasakan sepi. Sepi yang belum tentu mampu mengobati sakit hati, sepi yang belum tentu membuat tidur nyenyak setiap hari. Sepi yang pastinya membuat "air mata dangkal" ku mengalir tanpa henti.
Tapi tidak selamnya sendiri itu sepi, sepi juga bisa bahagia. Membahagiakan dan mensyukuri diri sendiri hanya bisa aku lakukan ketika aku merasa sepi dan sendiri. Ketika aku merasa tidak ada lagi yang bisa menyayangiku lebih dari diriku sendiri. Sepi adalah #selflove abadi.
Jadi jika ada yang menanyakanku sekali lagi apakah "Single and Happy" itu dua kata yang saling melengkapi? Yes! Itulah jawabanku. Bukan tentang aku tidak membutuhkan orang lain, bukan tentang aku meragukan kasih sayang orang-orang kepadaku yang membuatku bahagia. Ini hanya tentang diriku. Siapa lagi yang lebih baik mengenal diriku dari pada aku?
Maka jika sendiri, belum tentu tidak happy!
Love your self!



Komentar
Posting Komentar